Saya pakai OpenClaw dan ingin WhatsApp-nya benar, bukan pindai QR yang gampang putus
OpenClaw bisa tersambung ke WhatsApp dengan dua cara yang sangat berbeda konsekuensinya. Banyak orang memilih yang pertama karena lima menit selesai, lalu kaget saat nomornya putus sendiri atau diblokir.
Jalur 1: plugin bawaan, pindai QR
Plugin @openclaw/whatsapp masuk lewat jalur WhatsApp Web: Anda memindai QR dengan
HP, dan sesi itulah yang dipakai agen.
- Pasang pluginnya lebih dulu. Tanpa itu, perintah pindai tidak akan muncul.
- Mulai login, lalu QR-nya muncul. Pindai dari WhatsApp di HP → Perangkat tertaut → Tautkan perangkat.
- Pastikan HP-nya online saat memindai dan beberapa menit sesudahnya. Sesi baru dianggap sah setelah sinkronisasi pertama selesai.
- QR hanya berumur sekitar setengah menit. Kalau kedaluwarsa, minta ulang, jangan memindai gambar lama.
Yang harus diterima apa adanya: nomor pribadi atau WhatsApp Business biasa, sesi putus bila HP mati terlalu lama atau tertaut di terlalu banyak perangkat, tidak boleh blast, tidak ada template, dan risiko pemblokiran ditanggung sendiri karena jalur ini tidak resmi.
Jalur 2: nomor resmi lewat WACO
Di sini plugin WhatsApp OpenClaw tidak dipakai sama sekali. Tidak ada QR, tidak ada sesi yang bisa putus. OpenClaw cukup berbicara dengan WACO lewat HTTP:
- Pesan masuk dikirim WACO ke jembatan Anda sebagai
message.received. - Jembatan memanggil OpenClaw, lalu mengirim jawabannya ke
POST /api/v1/balas.
Pola dan contoh kodenya sama persis dengan panduan Pakai AI Anda sendiri.
Satu hal khas OpenClaw yang wajib diperhatikan
Satu panggilan OpenClaw itu berat, ratusan megabita per panggilan. Memanggilnya sekali per pesan masuk akan menumbangkan VM kecil pada jam ramai, dan pelanggan yang ramai bisa mengirim ribuan pesan sehari.
- Antre, jangan paralel. Satu antrean per nomor pelanggan, dan batasi berapa panggilan boleh berjalan bersamaan untuk seluruh sistem.
- Single-flight. Kalau satu panggilan masih berjalan untuk nomor itu, pesan berikutnya menunggu hasilnya, bukan memulai panggilan kedua.
- Jangan polling cepat. Pakai webhook, jangan menanyai status tiap beberapa detik.
Mana yang sebaiknya dipilih
Untuk coba-coba, asisten pribadi, atau grup internal: jalur QR cukup. Untuk nomor yang dipakai melayani pelanggan, dipasang di iklan, atau perlu blast dan template: pakai jalur resmi lewat WACO. Perbedaannya bukan soal fitur AI, melainkan soal apakah nomor itu boleh dipercaya untuk bisnis.